š Hukum-Hukum Logika
Hukum-hukum logika atau Hukum Aljabar Proposisi adalah aturan ekuivalensi yang digunakan untuk memanipulasi dan menyederhanakan ekspresi logika. Berikut adalah daftar hukum beserta penjelasannya:
1. Hukum Identitas
Hukum ini menyatakan bahwa suatu proposisi tidak akan berubah nilai kebenarannya jika dioperasikan dengan elemen identitasnya (Benar untuk , Salah untuk ).
Penjelasan:
- Sesuatu yang DAN āBenarā hasilnya tergantung sesuatu itu sendiri.
- Sesuatu yang ATAU āSalahā hasilnya tergantung sesuatu itu sendiri.
2. Hukum Dominasi
Suatu proposisi akan ādidominasiā atau tertutup oleh nilai kebenaran mutlak tertentu.
Penjelasan:
- Apapun jika di-ATAU-kan dengan āBenarā, hasilnya pasti Benar.
- Apapun jika di-DAN-kan dengan āSalahā, hasilnya pasti Salah.
3. Hukum Idempoten
Operasi logika terhadap variabel yang sama akan menghasilkan variabel itu sendiri.
Contoh: āSaya lapar atau saya laparā āSaya laparā.
4. Hukum Negasi Ganda
Negasi dari suatu negasi adalah bentuk aslinya.
Contoh: āTidak benar bahwa saya tidak makanā āSaya makanā.
5. Hukum Komutatif
Urutan proposisi dalam operasi konjungsi atau disjungsi tidak mempengaruhi hasil (bisa ditukar tempat).
Contoh: āApel dan Jerukā sama saja dengan āJeruk dan Apelā.
6. Hukum Asosiatif
Pengelompokan (tanda kurung) pada operasi yang sama tidak mempengaruhi hasil.
7. Hukum Distributif
Hukum ini digunakan untuk menyebarkan satu operator ke dalam kurung operator lain (mirip perkalian terhadap penjumlahan: ).
Contoh: āSaya makan DAN (Roti ATAU Nasi)ā ā(Saya makan Roti) ATAU (Saya makan Nasi)ā.
8. Hukum De Morgan
Hukum ini sangat penting untuk menangani negasi pada tanda kurung. Ingat prinsip: Negasi masuk, operator berbalik.
Contoh: āTidak benar bahwa (saya Kaya DAN Tampan)ā āSaya Tidak Kaya ATAU saya Tidak Tampanā.
9. Hukum Trivial
Hubungan antara proposisi dengan negasinya sendiri.
Penjelasan:
- āHari ini hujan atau tidak hujanā Selalu Benar (T).
- āHari ini hujan dan tidak hujanā Mustahil/Salah (F).
10. Hukum Absorpsi
Hukum penyerapan, di mana variabel di luar tanda kurung āmenyerapā ekspresi di dalamnya sehingga menjadi lebih sederhana.
Bentuk Standar: Jika variabel di luar sama dengan variabel di dalam.
Bentuk dengan Negasi (Redundansi): Jika variabel di dalam adalah negasi dari yang di luar, maka negasinya hilang.
11. Hukum Lain (Implikasi & Bikondisional)
Ekuivalensi penting untuk mengubah bentuk implikasi () dan bi-implikasi () menjadi operasi dasar ().
Penyederhanaan Distributif Khusus
Jika variabel sama dikali dengan (variabel lain atau negasinya), hasilnya adalah variabel itu sendiri.
Ekuivalensi Implikasi
Mengubah āJika⦠makaā¦ā menjadi āTidak⦠atauā¦ā.
Ekuivalensi Bikondisional
Bikondisional adalah gabungan dua implikasi.
Tips: Hukum-hukum di atas (terutama Implikasi, De Morgan, dan Absorpsi) adalah senjata utama dalam mengerjakan soal Penyederhanaan Logika.