📖 Diksi (Pilihan Kata)
Diksi adalah kemampuan memilih kata agar gagasan tersampaikan secara efektif dan menghindari ambiguitas.
Fungsi Diksi
- Mengungkapkan gagasan secara efektif.
- Membuat komunikasi menjadi efektif.
- Membangun imajinasi/suasana.
- Menghindari kesalahpahaman.
Jenis Makna Kata
- Makna Leksikal: Makna dasar sesuai kamus (Contoh: Kuda adalah binatang berkaki 4).
- Makna Gramatikal: Makna akibat proses tata bahasa (Afiksasi/Reduplikasi). Contoh: Berkuda, Kuda-kudaan.
- Makna Denotatif: Makna sebenarnya (Contoh: Kursi = tempat duduk).
- Makna Konotatif: Makna kiasan (Contoh: Kursi = jabatan/kedudukan).
Majas / Gaya Bahasa
- Hiperbola: Melebih-lebihkan untuk efek dramatis (Contoh: Suaranya membelah angkasa).
- Eufemisme: Memperhalus kata yang kurang etis (Contoh: Buta → Tunanetra).
- Personifikasi: Sifat manusia pada benda mati (Contoh: Angin berbisik).
Relasi Makna
- Sinonim: Persamaan kata.
- Antonim: Lawan kata.
- Polisemi: Satu kata banyak makna (Contoh: Kepala bisa berarti tubuh atau pimpinan).
- Homograf: Ejaan sama, bunyi/makna beda (Contoh: Apel buah vs upacara).
- Homofon: Bunyi sama, ejaan/makna beda (Contoh: Bank vs Bang).
- Homonim: Ejaan & bunyi sama, makna beda (Contoh: Bisa racun vs mampu).
- Hiponim: Makna khusus (Sapi, kambing).
- Hipernim: Makna umum (Hewan, Makhluk hidup).
Terakhir diupdate pada