Skip to Content
Suka dengan catatan ini?Dukung Fyy di sini🎁
Bahasa IndonesiaEjaan Bahasa Indonesia (EBI)

✍️ Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)

EYD Edisi V (Ejaan Yang Disempurnakan Edisi Kelima) adalah pedoman ejaan Bahasa Indonesia terbaru yang menggantikan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) sejak 16 Agustus 2022. EYD V merupakan panduan resmi dalam penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar.


1. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam dunia akademik. Ketepatan dan logika penulis tercermin dari penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah. Kualitas sebuah karya ilmiah sangat ditentukan oleh penerapan EYD Edisi V (Ejaan Yang Disempurnakan Edisi Kelima).

Sejarah Singkat:

  • 1947: Ejaan Republik (Ejaan Soewandi)
  • 1972: Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) - penyatuan ejaan Indonesia dan Malaysia
  • 2015: Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
  • 2022: EYD Edisi V (16 Agustus 2022) - menggantikan PUEBI

Mengapa EBI Penting?

  1. Ketepatan Makna: Kesalahan ejaan dapat mengaburkan makna dan menimbulkan miskomunikasi
  2. Kredibilitas: Penguasaan EBI adalah indikator utama kompetensi seorang akademisi
  3. Standarisasi: Menjaga konsistensi bahasa Indonesia di berbagai ranah
  4. Profesionalisme: Menunjukkan keseriusan dan kehati-hatian penulis

1.2 Pentingnya EBI dalam Karya Ilmiah

Kesalahan ejaan dalam karya ilmiah dapat:

  • ❌ Menurunkan kualitas argumen yang disampaikan
  • ❌ Mengurangi kepercayaan pembaca terhadap penulis
  • ❌ Mengaburkan pesan yang ingin disampaikan
  • ❌ Menyebabkan penolakan publikasi di jurnal ilmiah

Sebaliknya, penguasaan EBI yang baik:

  • ✅ Meningkatkan kredibilitas akademik
  • ✅ Memudahkan komunikasi ilmiah
  • ✅ Menunjukkan profesionalisme
  • ✅ Memperbesar peluang publikasi

Catatan Penting: Penguasaan ejaan adalah syarat wajib agar sebuah tulisan layak disebut karya ilmiah yang kredibel. EBI adalah pilar utama yang menjembatani pemikiran penulis dengan pembaca.


2. Pemenggalan Kata

Pemenggalan kata adalah pemisahan suku kata pada akhir baris untuk memudahkan penulisan dan pembacaan. Dalam penulisan akademik, pemenggalan kata harus mengikuti kaidah yang benar.

2.1 Pemenggalan Kata Dasar

A. Vokal Berurutan

Aturan: Vokal yang berurutan (tidak membentuk diftong) dipenggal di antara kedua vokal tersebut.

Contoh:

bu-ah (bukan: bua-h) sa-at (bukan: saa-t) ma-in (bukan: mai-n) sa-un (bukan: sau-n) la-ut (bukan: lau-t) bi-a-sa (bukan: bia-sa) te-a-ter (bukan: tea-ter) bu-a-ya (bukan: bua-ya) se-i-ka-t (bukan: sei-kat)

Pengecualian - Diftong

Jika vokal membentuk diftong (ai, au, oi, ei), maka TIDAK dipenggal:

pan-dai (bukan: pand-ai atau pan-da-i) au-la (bukan: a-ula) gua-i (bukan: gu-ai) sur-vei (bukan: surv-ei atau sur-ve-i) am-boi (bukan: amb-oi atau am-bo-i) sau-da-ra (bukan: sa-udara)

Diftong dalam Bahasa Indonesia:

  • ai seperti dalam: pandai, petai, sampai
  • au seperti dalam: pulau, harimau, kalau
  • oi seperti dalam: amboi, toilet (serapan)
  • ei seperti dalam: survei (serapan)

B. Konsonan di Tengah Kata

1. Satu Konsonan di Antara Dua Vokal

Aturan: Dipenggal sebelum konsonan.

ba-pak (bukan: bap-ak) ka-li-mat (bukan: kal-imat) se-ko-lah (bukan: sek-olah) ja-lan (bukan: jal-an) bu-ku (bukan: buk-u) ma-ta (bukan: mat-a) bo-la (bukan: bol-a) ru-mah (bukan: rum-ah)

2. Dua Konsonan Berurutan di Antara Dua Vokal

Aturan: Dipenggal di antara kedua konsonan.

ting-gal (bukan: tin-ggal) man-di (bukan: ma-ndi) som-bong (bukan: so-mbong) cap-lok (bukan: ca-plok) swas-ta (bukan: swa-sta) rak-yat (bukan: ra-kyat) som-bong (bukan: so-mbong) mung-kin (bukan: mu-ngkin) san-dal (bukan: sa-ndal)

Pengecualian - Gabungan Konsonan Khusus

Gabungan konsonan ng, ny, sy, kh TIDAK dipisah:

ba-ngau (bukan: bang-au) ba-ngun (bukan: bang-un) me-nya-pu (bukan: men-yapu) ma-syhu-r (bukan: mas-yhur) i-khlas (bukan: ik-hlas) ta-khta (bukan: tak-hta) si-nyal (bukan: sin-yal)

3. Tiga atau Lebih Konsonan Berurutan

Aturan: Dipenggal di antara konsonan pertama dan kedua.

in-stru-men (bukan: ins-trumen atau inst-rumen) in-fras-truk-tur (bukan: inf-ras-truk-tur) ul-tra (bukan: ult-ra) kom-plek-si-tas (bukan: komp-lek-si-tas) in-stans-i (bukan: ins-tan-si)

2.2 Pemenggalan Kata Berimbuhan

Aturan: Awalan (prefiks) dan akhiran (sufiks) dipisahkan dari kata dasarnya saat pemenggalan.

A. Kata dengan Awalan (Prefiks)

Awalan dipisahkan dari kata dasar:

me-li-hat (bukan: meli-hat) ber-ja-lan (bukan: berja-lan) di-am-bil (bukan: dia-mbil) ter-pi-kir (bukan: terpi-kir) per-ca-ya (bukan: perca-ya) me-nyu-ruh (bukan: menyu-ruh) mem-ba-ca (bukan: memba-ca) meng-a-jar (bukan: menga-jar) me-nye-sal (bukan: menyesal) pe-la-jar (bukan: pela-jar)

B. Kata dengan Akhiran (Sufiks)

Akhiran dipisahkan dari kata dasar:

ma-kan-an (bukan: makan-an) ru-mah-ku (bukan: rumah-ku) ber-si-h-kan (bukan: bersih-kan) ba-ca-an (bukan: baca-an) tu-lis-kan (bukan: tulis-kan) se-hat-nya (bukan: sehat-nya) du-duk-lah (bukan: duduk-lah)

C. Kata dengan Awalan dan Akhiran

Awalan dan akhiran sama-sama dipisahkan:

me-ma-kan-i (bukan: memakan-i) ber-la-ri-an (bukan: berlari-an) di-per-ha-ti-kan (bukan: diperhatikan tanpa penggal) ke-ba-ha-gi-a-an (bukan: kebahagiaan tanpa penggal) pe-la-jar-an (bukan: pelajar-an) per-ta-ni-an (bukan: pertani-an)

D. Bentuk Ulang

Aturan: Setiap unsur dipenggal seperti kata biasa, tanda hubung dipertahankan.

anak-a-nak (bukan: ana-kanak) ber-u-lang-u-lang (bukan: berulang-ulang tanpa penggal) ku-pu-ku-pu (bukan: kupu-kupu tanpa penggal) bo-lak-ba-lik (bukan: bolak-balik tanpa penggal) se-gu-dang-se-gu-dang (bukan: segudang-segudang)

2.3 Tabel Ringkasan Pemenggalan

KondisiCara PemenggalContoh
Vokal berurutan (bukan diftong)Penggal di antara vokalbu-ah, sa-at, bi-a-sa
Diftong (ai, au, oi, ei)TIDAK dipenggalpan-dai, au-la, am-boi
1 konsonan di antara vokalPenggal sebelum konsonanba-pak, ja-lan
2 konsonan berurutanPenggal di antara konsonanman-di, ting-gal
Gabungan ng, ny, sy, khTIDAK dipisahba-ngun, me-nya-pu
3+ konsonan berurutanPenggal setelah konsonan pertamain-stru-men
Kata berimbuhanImbuhan dipisah dari dasarme-li-hat, ma-kan-an
Kata ulangSetiap unsur dipenggal normalanak-a-nak

3. Singkatan dan Akronim

Singkatan dan akronim banyak digunakan dalam penulisan ilmiah untuk efisiensi. Namun, penggunaannya harus mengikuti aturan yang tepat.

3.1 Singkatan

Definisi: Bentuk yang dipendekkan terdiri atas satu huruf atau lebih.

A. Singkatan Nama Orang, Gelar, dan Sapaan

Aturan: Diikuti tanda titik setelah setiap huruf singkatan.

Contoh:

Dr. (Doktor) Prof. (Profesor) S.H. (Sarjana Hukum) M. Pd. (Magister Pendidikan) H. (Haji) Sdr. (Saudara) a.n. (atas nama) u.b. (untuk beliau)

Nama orang:

Abdul Rahman S. (Abdul Rahman Saleh) W.R. Supratman (Wage Rudolf Supratman) Moh. Hatta (Mohammad Hatta)

B. Singkatan Umum

Aturan: Diikuti tanda titik.

dll. (dan lain-lain) dsb. (dan sebagainya) dst. (dan seterusnya) dkk. (dan kawan-kawan) hlm. (halaman) sda. (sama dengan atas) ybs. (yang bersangkutan) yth. (yang terhormat) ttd. (tertanda) No. (nomor)

Dalam kalimat:

Buku tersebut membahas sosiologi, antropologi, dll. Penelitian dilakukan oleh Dr. Ahmad dkk. Lihat hlm. 45 untuk penjelasan lebih lanjut.

C. Singkatan Lambang Kimia, Satuan, dan Mata Uang

Aturan: TIDAK diikuti tanda titik.

Lambang kimia:

H2O (bukan: H. 2. O.) CO2 (bukan: C.O. 2) NaCl (bukan: Na. Cl.)

Satuan ukuran:

km (kilometer, bukan: km.) kg (kilogram, bukan: kg.) cm (sentimeter) ml (mililiter)

Mata uang:

Rp (rupiah, bukan: Rp.) USD (United States Dollar)

Arah mata angin:

NW (northwest/barat laut) SE (southeast/tenggara)

D. Singkatan yang Terdiri atas Huruf Awal Setiap Kata

Aturan: Ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

KTP (Kartu Tanda Penduduk) SIM (Surat Izin Mengemudi) PT (Perseroan Terbatas) SD (Sekolah Dasar) DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) TNI (Tentara Nasional Indonesia) WHO (World Health Organization) UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization)

Dalam penulisan ilmiah:

APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) UUD (Undang-Undang Dasar)

3.2 Akronim

Definisi: Kependekan berupa gabungan huruf awal atau suku kata yang dilafalkan sebagai kata wajar.

A. Akronim Nama Diri (Huruf Awal Kapital)

Aturan: Huruf pertama setiap komponen ditulis kapital.

Bulog (Badan Urusan Logistik) Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) Kemenag (Kementerian Agama) Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) Sesjen (Sekretaris Jenderal) Kapolri (Kepala Kepolisian Republik Indonesia)

B. Akronim Bukan Nama Diri (Huruf Kecil Semua)

Aturan: Ditulis seluruhnya dengan huruf kecil.

pemilu (pemilihan umum) tilang (bukti pelanggaran) rapim (rapat pimpinan) rudal (peluru kendali) ranmor (kendaraan bermotor) tilang (bukti pelanggaran) radar (radio detecting and ranging)

C. Akronim yang Sudah Dianggap Kata

Aturan: Jika sudah sangat umum, ditulis dengan huruf kecil.

laser (light amplification by stimulated emission of radiation) radar (radio detection and ranging) sonar (sound navigation and ranging)

D. Akronim yang Berupa Gabungan Suku Kata

Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) Suramadu (Surabaya, Madura) Merpati (Perusahaan Penerbangan)

3.3 Perbandingan Singkatan dan Akronim

AspekSingkatanAkronim
Cara bacaHuruf per hurufSebagai kata utuh
Tanda titikAda (untuk nama/gelar)Tidak ada
ContohDr., S. Pd., KTP, DPRBulog, pemilu, radar
Pengucapan”ka-te-pe”, “de-pe-er""bulog”, “pemilu”

3.4 Penulisan Pertama Kali dalam Teks Ilmiah

Aturan: Pada kemunculan pertama, tulis bentuk lengkap diikuti singkatan/akronim dalam kurung.

Contoh:

Penelitian ini dilakukan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025... Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) melaporkan...

Kemunculan berikutnya:

UGM memiliki 18 fakultas... APBN difokuskan pada sektor pendidikan... BPJS telah melayani 220 juta peserta...

4. Huruf Kapital dan Huruf Miring

4.1 Penggunaan Huruf Kapital

A. Huruf Kapital di Awal Kalimat

Aturan: Huruf pertama kata pada awal kalimat ditulis dengan huruf kapital.

✅ Pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa. ❌ pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa. ✅ Dia membaca buku. Kemudian dia menulis catatan. ❌ Dia membaca buku. kemudian dia menulis catatan.

Setelah tanda titik dua dalam dialog atau kutipan:

Guru bertanya, "Siapa yang sudah mengerjakan tugas?" Pasal 1 menyatakan: Kedaulatan berada di tangan rakyat.

B. Huruf Kapital untuk Nama Diri

1. Nama Orang

✅ Soekarno ✅ Mohandas Karamchand Gandhi ✅ Albert Einstein ✅ Raden Ajeng Kartini ❌ soekarno ❌ albert einstein

Partikel nama (yang menyatu):

✅ Iskandar Zulkarnain ✅ Abubakar ✅ Abul Kalam Azad

Partikel nama (yang tidak menyatu):

Charles de Gaulle Vincent van Gogh

2. Nama Agama, Kitab Suci, dan Tuhan

✅ Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Katolik ✅ Al-Qur'an, Alkitab, Weda, Tripitaka ✅ Allah, Tuhan Yang Maha Esa ✅ Nabi Muhammad, Nabi Isa, Buddha Gautama ❌ islam, kristen ❌ al-qur'an, alkitab ❌ tuhan

3. Nama Gelar Kehormatan, Keturunan, dan Keagamaan

Sebelum nama orang:

✅ Sultan Hamengku Buwono X ✅ Haji Abdullah ✅ Raden Ajeng Kartini ✅ Mahatma Gandhi ✅ Imam Nawawi

Tidak diikuti nama:

❌ Dia seorang Sultan. ✅ Dia seorang sultan. ❌ Mereka adalah para Haji. ✅ Mereka adalah para haji.

4. Nama Jabatan dan Pangkat

Jika diikuti nama orang atau merujuk orang tertentu:

✅ Presiden Joko Widodo ✅ Menteri Pendidikan Nadiem Makarim ✅ Rektor Universitas Indonesia ✅ Jenderal Soedirman

Jika tidak merujuk orang tertentu:

❌ Seorang Presiden harus bijaksana. ✅ Seorang presiden harus bijaksana. ❌ Dia adalah seorang Menteri. ✅ Dia adalah seorang menteri.

5. Nama Instansi, Lembaga, dan Organisasi

✅ Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ✅ Dewan Perwakilan Rakyat ✅ Mahkamah Agung ✅ Perserikatan Bangsa-Bangsa ✅ Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ✅ Universitas Gadjah Mada ✅ Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Jakarta

6. Nama Geografi

✅ Indonesia, Malaysia, Jerman ✅ Pulau Jawa, Pulau Sumatera ✅ Gunung Merapi, Gunung Semeru ✅ Sungai Musi, Sungai Ciliwung ✅ Danau Toba, Danau Sentani ✅ Jalan Sudirman, Jalan Malioboro ✅ Kota Bandung, Kabupaten Sleman

Bukan nama diri:

❌ Dia tinggal di Sebuah Pulau. ✅ Dia tinggal di sebuah pulau. ❌ Mereka mendaki Gunung. ✅ Mereka mendaki gunung.

7. Nama Hari, Bulan, dan Hari Besar

✅ Senin, Selasa, Rabu ✅ Januari, Februari, Maret ✅ Hari Kemerdekaan ✅ Idul Fitri, Natal, Nyepi ✅ Tahun Baru Imlek

Bukan hari besar:

❌ Hari Ini ✅ hari ini ❌ Bulan Depan ✅ bulan depan

8. Nama Peristiwa Sejarah

✅ Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ✅ Perang Diponegoro ✅ Sumpah Pemuda ✅ Konferensi Asia-Afrika ✅ Reformasi 1998

9. Nama Dokumen Resmi dan Judul

Dokumen resmi:

✅ Undang-Undang Dasar 1945 ✅ Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2022 ✅ Surat Keputusan Rektor

Judul buku, karya ilmiah (setiap kata penting):

✅ Laskar Pelangi ✅ Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi ✅ Metode Penelitian Kualitatif

C. Huruf Kapital untuk Kata Ganti

Kata ganti orang kedua dalam surat:

Dengan hormat, saya mengajukan permohonan kepada Bapak... Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Kata ganti Tuhan:

Allah dengan segala kebesaran-Nya... Tuhan Yang Maha Pengasih...

4.2 Penggunaan Huruf Miring

A. Huruf Miring untuk Judul

Judul buku, jurnal, majalah, surat kabar:

✅ Laskar Pelangi (judul buku) ✅ Jurnal Pendidikan Indonesia (nama jurnal) ✅ Kompas (nama koran) ✅ Tempo (nama majalah)

Dalam kalimat:

Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer... Artikel tersebut dipublikasikan di Journal of Education. Berita itu dimuat di harian Republika.

Catatan: Judul artikel, bab, atau bagian menggunakan tanda petik:

Artikel "Revolusi Pendidikan di Era Digital" dalam buku Transformasi Pembelajaran...

B. Huruf Miring untuk Penekanan

Menegaskan atau mengkhususkan kata/ungkapan:

Penelitian ini berfokus pada aspek psikologis, bukan sosiologis. Kata *understanding* memiliki makna yang lebih luas dari sekadar *knowing*. Istilah *konstruktivisme* pertama kali digunakan oleh Piaget.

C. Huruf Miring untuk Istilah Asing

Istilah dalam bahasa asing yang belum diserap:

✅ *E-learning* menjadi tren pendidikan modern. ✅ Konsep *zone of proximal development* dikemukakan Vygotsky. ✅ Metode *case study* digunakan dalam penelitian ini. ✅ *Status quo* harus dipertahankan. ✅ *Ad hoc* (sementara)

Yang sudah diserap, tidak perlu miring:

✅ Sistem (bukan: *sistem*) ✅ Strategi (bukan: *strategi*) ✅ Analisis (bukan: *analisis*) ✅ Metode (bukan: *metode*)

D. Huruf Miring untuk Nama Ilmiah

Nama ilmiah (genus dan spesies) dalam biologi:

✅ Garcinia mangostana (manggis) ✅ Oryza sativa (padi) ✅ Panthera tigris (harimau) ✅ Homo sapiens (manusia)

Aturan:

  • Genus (kata pertama) = huruf kapital
  • Spesies (kata kedua) = huruf kecil
  • Semua ditulis miring

4.3 Tabel Ringkasan Huruf Kapital dan Miring

PenggunaanKapitalMiringContoh
Awal kalimat-Pendidikan sangat penting
Nama orang-Soekarno, Albert Einstein
Nama agama, Tuhan-Islam, Allah, Tuhan
Jabatan + nama-Presiden Jokowi
Jabatan tanpa nama-seorang presiden
Nama lembaga-Universitas Indonesia
Nama geografi-Pulau Jawa, Gunung Merapi
Hari, bulan-Senin, Januari
Judul buku/jurnalLaskar Pelangi
Istilah asing (belum diserap)-e-learning, case study
Istilah asing (sudah diserap)-sistem, analisis, strategi
Nama ilmiah✅ (genus)Garcinia mangostana
Penekanan-Ini sangat penting

5. Kata Baku dan Tidak Baku

5.1 Pengertian

Kata Baku

Definisi: Kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan EYD Edisi V.

Ciri-ciri kata baku:

  1. ✅ Sesuai dengan KBBI dan EYD V
  2. ✅ Tidak dipengaruhi dialek lokal/daerah
  3. ✅ Tidak terpengaruh bahasa asing secara berlebihan
  4. ✅ Bukan bahasa percakapan/slang
  5. ✅ Mengikuti kaidah ejaan dan tata bahasa yang benar

Kapan menggunakan kata baku:

  • Karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, jurnal)
  • Surat resmi
  • Dokumen pemerintahan
  • Pidato formal
  • Berita di media massa
  • Buku pelajaran

Kata Tidak Baku

Definisi: Kata yang tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia baku, sering muncul dalam percakapan sehari-hari atau pengaruh dialek.

Penyebab munculnya kata tidak baku:

  1. ❌ Pengaruh dialek daerah
  2. ❌ Salah kaprah yang berkepanjangan
  3. ❌ Penyerapan bahasa asing yang tidak sempurna
  4. ❌ Bahasa percakapan/slang/gaul
  5. ❌ Kesalahan pelafalan yang meluas

Kapan kata tidak baku dapat digunakan:

  • Percakapan informal sehari-hari
  • Dialog dalam karya sastra (untuk menggambarkan karakter)
  • Media sosial pribadi
  • Komunikasi santai

5.2 Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

A. Pengaruh Dialek dan Salah Kaprah

Tidak BakuBakuPenjelasan
apotikapotekPengaruh pelafalan
atlitatletKesalahan umum
analisaanalisisHarus pakai akhiran -sis
aktifitasaktivitasMengikuti akar kata “aktif”
formalitasformalitasSudah benar
blankoblangkoDari bahasa Belanda blanco
bisbusPenyerapan dari bus
cabaicabai / cabeCabai lebih baku
detildetailSesuai KBBI
diagnosadiagnosisAkhiran -sis untuk kata benda
efektifitasefektivitasMengikuti “efektif”
ekstraekstraSudah benar
frekwensifrekuensiTidak pakai w
himbauhimbau / imbauHimbau lebih umum
ijasahijazahPakai z bukan s
ijinizinPakai z
jamanzamanPakai z
karirkarierSesuai KBBI terbaru
kasirkasirSudah benar
katagorikategoriTanpa a tengah
kendaraankendaraanSudah benar
kwalitaskualitasPakai u bukan w
kwantitaskuantitasPakai u bukan w
maafmaafSudah benar
metodametodeTanpa a di akhir
nasehatnasihatPakai i
obyekobjekPakai j
pasienpasienSudah benar
pahampahamSudah benar
praktekpraktikUntuk kata benda
praktekkanpraktikkanUntuk kata kerja
prosentasepersentaseDari persen
resikorisikoPakai i
rubahubahRubah = hewan
sistimsistemAkhiran -em
subyeksubjekPakai j
tehnikteknikTanpa h
teoriteoriSudah benar
terampilterampilSudah benar

B. Kesalahan Umum Kata Serapan

Tidak BakuBakuAsal Kata
standardstandarStandard (Inggris)
standartstandarSalah kaprah
photofotoPhoto (Inggris)
physicfisikPhysical (Inggris)
psychologypsikologiPsychology (Inggris)
techniqueteknikTechnique (Inggris)
surveysurveiSurvey (Inggris)
museummuseumSudah benar
aquariumakuariumAquarium (Latin)
chequecekCheque (Inggris)
catalogkatalogCatalog (Inggris)
completekomplit / lengkapComplete (Inggris)

C. Bahasa Percakapan vs Bahasa Baku

Tidak Baku (Percakapan)BakuKonteks
nggaktidakPercakapan informal
gaktidakSangat informal
udahsudahPercakapan
belombelumPercakapan
gimanabagaimanaPercakapan
kenapamengapaKenapa = informal; mengapa = formal
emangmemangPercakapan
abishabis / setelahPercakapan
bangetsangat / sekaliBahasa gaul
dong(partikel penegas)Percakapan
sih(partikel penegas)Percakapan
ajasajaPercakapan
doangsaja / hanyaBahasa gaul
pengeninginPercakapan
tapitetapiTapi = informal; tetapi = formal
teruslalu / kemudianTergantung konteks

D. Kesalahan Imbuhan

Tidak BakuBakuPenjelasan
di ajakdiajakAwalan di- digabung
di lihatdilihatAwalan digabung
di bacadibacaAwalan digabung
ke rumahke rumahPreposisi ke dipisah
kerumahke rumahPreposisi dipisah
dirumahdi rumahPreposisi dipisah
di rumahdi rumahSudah benar (preposisi)
me-rasa-kanmerasakanImbuhan tidak dipisah
kelihatanterlihatTerlihat lebih baku
kenaterkenaDalam konteks formal

5.3 Pembakuan Kata dari Bahasa Daerah

Beberapa kata dari bahasa daerah telah dibakukan dalam bahasa Indonesia melalui proses:

A. Adopsi (Diambil Langsung)

Kata daerah yang digunakan tanpa perubahan:

batik (Jawa) gamelan (Jawa) rendang (Minang) sapu tangan (Melayu)

B. Adaptasi (Disesuaikan Ejaan)

Kata daerah yang ejaannya disesuaikan:

musyawarah (dari: masyawarat - Arab/Melayu) gotong royong (Jawa) krama (Jawa) tabu (Polinesia)

C. Terjemahan (Diterjemahkan Konsepnya)

Konsep diterjemahkan ke bahasa Indonesia:

rumah sakit (konsep dari: hospital) perpustakaan (konsep dari: library)

Alasan pembakuan kata daerah:

  1. Tidak ada padanan yang tepat dalam bahasa Indonesia
  2. Mengandung konsep budaya khusus
  3. Sudah sangat umum digunakan di seluruh Indonesia
  4. Memperkaya kosakata bahasa Indonesia

5.4 Tips Menggunakan Kata Baku

✅ DO (Lakukan):

  1. Gunakan KBBI sebagai rujukan utama
  2. Perhatikan konteks - formal vs informal
  3. Konsisten - jangan mencampur kata baku dan tidak baku dalam satu tulisan formal
  4. Pelajari pola - misalnya akhiran -itas (aktivitas, efektivitas)
  5. Cek kembali tulisan sebelum diserahkan

❌ DON’T (Hindari):

  1. Jangan mengandalkan kebiasaan percakapan untuk tulisan formal
  2. Jangan terpengaruh ejaan bahasa asing langsung
  3. Jangan malas mengecek ke KBBI
  4. Jangan mencampur dialek daerah dalam tulisan resmi
  5. Jangan asal mengikuti ejaan di media sosial

6. Kata Depan (Preposisi)

Definisi: Kata yang diletakkan sebelum nomina (kata benda) atau pronomina (kata ganti) untuk menunjukkan berbagai makna seperti tempat, arah, waktu, sebab, dll.

6.1 Jenis Kata Depan

A. Kata Depan Tunggal

Kata dasar yang berfungsi sebagai preposisi:

di (tempat, lokasi) ke (arah, tujuan) dari (asal, sumber) pada (waktu, tempat) untuk (tujuan, penerima) dengan (cara, alat) dalam (tempat, waktu) oleh (pelaku) tentang (perihal) tanpa (tidak ada)

Kata berimbuhan:

sejak (waktu mulai) selama (durasi) selain (kecuali) bagi (untuk) terhadap (kepada, mengenai) hingga (sampai) menurut (berdasarkan) melalui (lewat) demi (untuk kepentingan)

B. Kata Depan Majemuk

1. Kata depan yang berdampingan:

sampai dengan (hingga) sampai ke (hingga ke) sampai di (hingga di) dari... ke... (dari tempat A ke tempat B)

Contoh dalam kalimat:

Acara berlangsung dari pukul 08.00 sampai dengan 12.00. Dia berjalan dari rumah ke sekolah.

2. Kata depan berkorelasi:

antara... dan... antara... dengan... dari... hingga... sejak... sampai...

Contoh:

Penelitian dilakukan antara bulan Januari dan Maret. Hubungan antara guru dengan murid harus harmonis. Dari Sabang sampai Merauke. Sejak kecil hingga dewasa, dia rajin belajar.

6.2 Aturan Penulisan Kata Depan

A. Kata Depan Ditulis TERPISAH

**Kapan preposisi ditulis terpisah? **
Ketika menunjukkan tempat, arah, atau waktu.

1. Kata Depan “di” (Tempat)

✅ di rumah (bukan: dirumah) ✅ di sekolah (bukan: disekolah) ✅ di Jakarta (bukan: diJakarta) ✅ di atas meja (bukan: diatas meja) ✅ di dalam kelas (bukan: didalam kelas) ✅ di antara mereka (bukan: diantara mereka) ✅ di bawah pohon (bukan: dibawah pohon)

Dalam kalimat:

Buku itu ada di atas meja. Mereka belajar di perpustakaan. Konferensi diadakan di Hotel Indonesia.

2. Kata Depan “ke” (Arah/Tujuan)

✅ ke rumah (bukan: kerumah) ✅ ke sekolah (bukan: kesekolah) ✅ ke Jakarta (bukan: keJakarta) ✅ ke atas (bukan: keatas) ✅ ke dalam (bukan: kedalam) ✅ ke luar (bukan: keluar)*

*Catatan: “keluar” (satu kata) = kata kerja; “ke luar” (dua kata) = preposisi + kata benda

Dalam kalimat:

Dia pergi ke sekolah. Kami akan berangkat ke Bali besok. Masukkan buku ke dalam tas.

3. Kata Depan Lainnya

✅ dari rumah ✅ pada waktu itu ✅ untuk ayah ✅ dengan teman ✅ tanpa alasan ✅ oleh pemerintah ✅ tentang pendidikan

B. Kata Depan Ditulis DIGABUNG (Imbuhan)

**Kapan ditulis menyatu? **
Ketika di-, ke-, ter- berfungsi sebagai imbuhan/awalan pada kata kerja.

1. Awalan “di-” (Kata Kerja Pasif)

✅ dibaca (bukan: di baca) ✅ ditulis (bukan: di tulis) ✅ diambil (bukan: di ambil) ✅ dibeli (bukan: di beli) ✅ dikerjakan (bukan: di kerjakan) ✅ dipelajari (bukan: di pelajari) ✅ dimakan (bukan: di makan)

Dalam kalimat:

Buku itu dibaca oleh siswa. Tugas sudah dikerjakan dengan baik. Makanan itu dimakan oleh kucing.

2. Awalan “ke-” (Imbuhan)

✅ kecil (bukan: ke cil) ✅ kelima (bukan: ke lima)* ✅ ketiga (bukan: ke tiga)* ✅ kemarin (bukan: ke marin) ✅ kehilangan (bukan: ke hilangan) ✅ kedinginan (bukan: ke dinginan)

*Catatan: “kelima” (satu kata) = bilangan tingkat; “ke lima” (dua kata) jika “lima” adalah nomor/tempat

3. Awalan “ter-” (Imbuhan)

✅ terbaca (bukan: ter baca) ✅ tertulis (bukan: ter tulis) ✅ terjadi (bukan: ter jadi) ✅ terlihat (bukan: ter lihat) ✅ terpaksa (bukan: ter paksa)

6.3 Cara Membedakan Preposisi dan Imbuhan

AspekPreposisi (Terpisah)Imbuhan (Digabung)
FungsiMenunjukkan tempat/arah/waktuMembentuk kata kerja
DiikutiKata benda (nomina)Kata dasar
**Dapat dihilangkan? **Ya, kalimat masih bermaknaTidak, akan mengubah makna
Contohdi rumah, ke sekolahdibaca, dikerjakan

Tes Sederhana:

1. Tes Pertanyaan “DI MANA?” Jika bisa dijawab dengan “di mana? ”, maka terpisah.

Q: Buku itu di mana? A: Di meja. ✅ (terpisah)

2. Tes Ganti dengan “OLEH” Jika “di-” bisa dikaitkan dengan “oleh”, maka itu imbuhan (digabung).

Buku itu dibaca (oleh siswa). ✅ (digabung)

6.4 Contoh Kasus yang Sering Salah

SalahBenarPenjelasan
dirumahdi rumahPreposisi tempat
diundangdiundangKata kerja pasif
kesekolahke sekolahPreposisi arah
keduakeduaBilangan tingkat
ke 2ke-2Bilangan tingkat dengan angka
di lihatdilihatKata kerja pasif
di bawahdi bawahPreposisi tempat
dibawahdi bawahPreposisi tempat
di ajakdiajakKata kerja pasif
di antaradi antaraPreposisi tempat

6.5 Latihan

Tentukan benar atau salah:

  1. Buku itu dibaca oleh siswa. → ✅ BENAR (kata kerja pasif)
  2. Mereka belajar di perpustakaan. → ✅ BENAR (preposisi tempat)
  3. Tugas dikerjakan di rumah. → ✅ BENAR (keduanya benar)
  4. Dia pergi ke sekolah. → ✅ BENAR (preposisi arah)
  5. Anak ke dua sedang sakit. → ❌ SALAH → “Anak kedua sedang sakit.”

7. Tanda Baca

Tanda baca berfungsi menuntun intonasi, menjelaskan struktur kalimat, dan memperjelas makna. Penggunaan yang tepat sangat penting dalam tulisan ilmiah.

7.1 Titik (.)

Fungsi:

A. Akhir Kalimat Pernyataan

Pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan.

B. Akhir Singkatan Nama dan Gelar

Dr. Ahmad Dahlan, M. Pd. Prof. Soekarno, S.H. Sdr. (Saudara) dll. (dan lain-lain)

TIDAK dipakai untuk:

  • Singkatan lambang kimia: H2O, CO2
  • Singkatan satuan: km, kg, cm
  • Singkatan mata uang: Rp, USD
  • Akronim: WHO, UNESCO, ASEAN

C. Pemisah Jam, Menit, Detik

Pukul 08.30 WIB Acara dimulai pukul 14.00 Waktu: 02.15. 30 (2 jam 15 menit 30 detik)

D. Pemisah Angka Ribuan

10.000 (sepuluh ribu) 1.500. 000 (satu juta lima ratus ribu)

TIDAK dipakai untuk:

  • Tahun: 2025 (bukan: 2.025)
  • Nomor halaman: hlm. 1250 (bukan: 1.250)
  • Nomor rumah: Jalan Sudirman 1234

7.2 Koma (,)

Fungsi:

A. Pemisah Unsur-unsur dalam Perincian

Penelitian dilakukan di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta. Variabel yang diteliti adalah motivasi, minat, dan prestasi belajar.

Catatan: Koma sebelum “dan” terakhir (serial/Oxford comma) opsional dalam bahasa Indonesia, tetapi dalam tulisan ilmiah disarankan untuk konsistensi.

B. Pemisah Anak Kalimat dengan Induk Kalimat

Anak kalimat di depan:

Jika hujan turun, acara akan ditunda. Meskipun lelah, dia tetap belajar. Karena sakit, dia tidak masuk sekolah.

Anak kalimat di belakang (tidak perlu koma):

Acara akan ditunda jika hujan turun. Dia tetap belajar meskipun lelah.

C. Pemisah Klausa yang Setara

Dia membaca buku, dan adiknya menulis surat. Penelitian ini dilakukan dengan cermat, tetapi hasilnya belum memuaskan.

Tanpa koma jika subjeknya sama dan dihilangkan:

Dia membaca buku dan menulis catatan. (tanpa koma)

D. Setelah Kata Penghubung Antarkalimat

Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan. Dengan demikian, hipotesis diterima. Namun, hasil penelitian menunjukkan hal berbeda. Selain itu, data juga menunjukkan...

E. Pemisah Kata/Ungkapan Penjelas

Jakarta, ibu kota Indonesia, memiliki banyak museum. Dr. Sutomo, pahlawan nasional, dikenal sebagai Bung Tomo. Soekarno, presiden pertama RI, merupakan proklamator.

F. Pemisah Tempat dan Tanggal

Jakarta, 20 Desember 2025 Bandung, 17 Agustus 1945

G. Pemisah Ribuan dalam Angka Desimal

Rp1,500,500. 50 25,5% (dua puluh lima koma lima persen)

7.3 Titik Koma (;)

Fungsi:

A. Pemisah Unsur-unsur yang Sudah Mengandung Koma

Peserta berasal dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya; Malaysia, Singapura, dan Thailand; serta Australia dan Selandia Baru.

B. Pemisah Kalimat Setara yang Panjang

Penelitian kualitatif menekankan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial; penelitian kuantitatif berfokus pada pengukuran dan analisis statistik.

7.4 Titik Dua (:)

Fungsi:

A. Sebelum Perincian atau Penjelasan

Penelitian ini memiliki tiga tujuan: (1) mengidentifikasi masalah, (2) menganalisis penyebab, dan (3) merumuskan solusi. Instrumen penelitian meliputi: angket, wawancara, dan observasi.

B. Dalam Naskah Drama atau Dialog

Guru: "Siapa yang sudah mengerjakan tugas?" Siswa: "Saya, Bu."

C. Pemisah Jilid dan Nomor/Halaman dalam Kutipan

Jurnal Pendidikan 12(3): 45-50 Al-Qur'an, 2: 255

7.5 Tanda Hubung (-)

Fungsi:

A. Penyambung Unsur Kata Ulang

anak-anak buku-buku berulang-ulang bolak-balik

B. Penyambung Huruf dalam Kata yang Dieja Satu-Satu

s-e-k-o-l-a-h p-a-n-c-a-s-i-la

C. Penyambung Bagian Kata yang Dipindahkan ke Baris Berikut

Penelitian ini dilakukan untuk mengiden- tifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi...

D. Penghubung Unsur Bahasa Indonesia dengan Unsur Asing

di-zoom meng-copy ber-email

E. Penghubung Angka dan Huruf

abad ke-21 tanggal 17-an tahun 1990-an

F. Merangkai Kata

sistem kerja-sama hak-hak asasi manusia ibu-bapak

Catatan: “kerja sama” (kata ulang) vs “bekerja sama” (kata kerja)


7.6 Tanda Pisah (—)

Catatan: Tanda pisah BERBEDA dengan tanda hubung. Tanda pisah lebih panjang.

Fungsi:

A. Penegasan atau Pembatasan Keterangan

Penelitian ini—yang dilakukan selama tiga tahun—menghasilkan temuan penting. Pendidikan—baik formal maupun informal—sangat penting.

7.7 Tanda Tanya (?)

Fungsi:

A. Akhir Kalimat Tanya

Apa tujuan penelitian ini? Mengapa fenomena ini terjadi? Bagaimana cara mengatasinya?

B. Menyatakan Ketidakpastian

Dia lahir tahun 1950(?) Jumlah korban sekitar 100(?) orang

7.8 Tanda Seru (!)

Fungsi:

A. Akhir Kalimat Perintah/Seruan yang Kuat

Bangun! Awas! Tolong!

Catatan: Dalam karya ilmiah, tanda seru jarang digunakan kecuali dalam kutipan.


7.9 Tanda Petik (”…”)

Fungsi:

A. Mengapit Kutipan Langsung

Einstein mengatakan, "Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan."

B. Mengapit Judul Artikel, Bab, atau Puisi

Artikel "Revolusi Pendidikan" dimuat dalam buku Transformasi Pembelajaran. Bab "Metodologi Penelitian" menjelaskan...

C. Mengapit Istilah yang Tidak Lazim

Istilah "netizen" merujuk pada pengguna internet.

7.10 Tanda Petik Tunggal (’.. .’)

Fungsi:

A. Kutipan dalam Kutipan

Guru berkata, "Einstein mengatakan, 'Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan.'"

B. Terjemahan atau Penjelasan Kata

Kata *teacher* berarti 'guru'.

7.11 Tanda Kurung ( ( ) )

Fungsi:

A. Mengapit Keterangan Tambahan

Penelitian ini dilakukan di lima sekolah (SD, SMP, SMA). Responden (n=100) dipilih secara acak.

B. Mengapit Huruf atau Angka dalam Perincian

Tujuan penelitian: (1) mengidentifikasi, (2) menganalisis, (3) merumuskan. Metode meliputi: (a) observasi, (b) wawancara, (c) angket.

7.12 Tanda Kurung Siku ([ ])

Fungsi:

A. Mengapit Keterangan dalam Kutipan

"Mereka [para peneliti] menemukan hasil yang mengejutkan."

B. Mengapit Penambahan/Klarifikasi dalam Kutipan

"Teori ini [konstruktivisme] sangat berpengaruh."

7.13 Garis Miring (/)

Fungsi:

A. Pengganti Kata “atau”, “per”, “dan”

harga Rp50.000/kg (per kilogram) tahun akademik 2024/2025 dosen/peneliti

B. Pembatas Larik Puisi yang Dirangkai

"Ibu Pertiwi / Ku kan slalu ada / Untuk s'lalu / Menjagamu"

7.14 Elipsis (…)

Fungsi:

A. Menunjukkan Bagian yang Dihilangkan dalam Kutipan

"Pendidikan adalah ... kunci kemajuan bangsa."

B. Menunjukkan Kalimat yang Belum Selesai

"Sebenarnya saya ingin mengatakan..."

8. Imbuhan

8.1 Awalan (Prefiks)

A. me-

Aturan pembentukan:

Huruf awal kata dasarBentuk imbuhanContoh
a, i, u, e, ome-me- + ambil = mengambil**
kmeng- (k hilang)meng- + kirim = mengirim
pmem- (p hilang)**mem- + bantu = membantu
tmen- (t hilang)men- + tulis = menulis
smeny- (s hilang)meny- + sapu = menyapu
c, jmen-men- + cari = mencari
d, zmen-men- + dengar = mendengar
b, f, vmem-mem- + bawa = membawa
g, hmeng-meng- + geser = menggeser
l, m, n, r, w, yme-me- + lukis = melukis

Pengecualian:

me- + taat = mentaati (t tidak hilang) me- + syarat = mensyaratkan (sy tidak hilang) me- + saring = menyaring (s hilang)

Contoh dalam kalimat:

Dia menulis surat kepada ibunya. Mereka mengambil buku dari perpustakaan. Guru menyampaikan materi dengan jelas. Siswa membaca teks dengan teliti.

B. ber-

Aturan dasar:

  • Umumnya tetap “ber-” tanpa perubahan
  • Berubah menjadi “bel-” jika kata dasar dimulai dengan “ajar”
  • Berubah menjadi “be-” jika kata dasar mengandung “er”
KondisiBentukContoh
Kata dasar umumber-ber- + jalan = berjalan
Kata dasar “ajar”bel-bel- + ajar = belajar
Kata dasar ber-erbe-be- + kerja = bekerja
be- + ternak = beternak

Contoh:

berjalan, berlari, berbicara belajar (pengecualian) bekerja, beternak (er hilang) bernyanyi, bermain, bersekolah

Makna:

  1. Memiliki/mempunyai: berumah, berbaju, bermobil
  2. Menggunakan: berkacamata, bersepeda
  3. Melakukan: berjalan, berlari, berbicara
  4. Dalam keadaan: berdiri, berbaring, berduka

C. di-

Aturan: Tetap “di-” tanpa perubahan.

Fungsi: Membentuk kata kerja pasif.

di- + baca = dibaca di- + tulis = ditulis di- + ambil = diambil di- + kerjakan = dikerjakan di- + pelajari = dipelajari

Contoh dalam kalimat:

Buku itu dibaca oleh siswa. Tugas dikerjakan dengan baik. Materi dipelajari secara mendalam.

⚠️ PENTING: Jangan dipisah dengan kata dasarnya!

✅ dibaca (bukan: di baca) ✅ ditulis (bukan: di tulis)

D. ter-

Aturan: Tetap “ter-” tanpa perubahan.

Makna:

  1. Paling (superlatif): terbesar, tercepat, terpandai
  2. Dapat/sanggup: terbaca, terjangkau, tercapai
  3. Tidak sengaja: terjatuh, terinjak, terlupa
  4. Sudah/telah: tertulis, tersimpan, tercatat
ter- + besar = terbesar ter- + jadi = terjadi ter- + lihat = terlihat ter- + paksa = terpaksa ter- + tidur = tertidur

Contoh dalam kalimat:

Gunung Everest adalah gunung tertinggi di dunia. Kecelakaan itu terjadi karena kelalaian. Gedung itu terlihat dari kejauhan. Dia tertidur saat membaca buku.

E. pe-

Aturan: Mengikuti pola yang sama dengan “me-”

Huruf awal kata dasarBentuk imbuhanContoh
a, i, u, e, ope-pe- + ajar = pengajar
kpeng- (k hilang)peng- + karang = pengarang
ppem- (p hilang)pem- + bantu = pembantu
tpen- (t hilang)pen- + tulis = penulis
speny- (s hilang)peny- + apu = penyapu
c, jpen-pen- + cari = pencari
d, zpen-pen- + dengar = pendengar
b, f, vpem-pem- + baca = pembaca
g, hpeng-peng- + gerak = penggerak
l, m, n, r, w, ype-pe- + main = pemain

Makna: Pelaku, alat, atau orang yang melakukan.

pelajar (orang yang belajar) penulis (orang yang menulis) pembaca (orang yang membaca) pengajar (orang yang mengajar) pekerja (orang yang bekerja)

F. per-

Aturan: Tetap “per-” tanpa perubahan.

per- + besar = perbesar per- + kuat = perkuat per- + dalam = perdalam per- + jelas = perjelas

Makna:

  1. Menjadikan: perbesar, perkuat, percepat
  2. Memper-: perdalam, perluas, perjelas

8.2 Akhiran (Sufiks)

A. -an

Fungsi: Membentuk kata benda dari kata dasar.

makan + -an = makanan minum + -an = minuman tulis + -an = tulisan baca + -an = bacaan pakai + -an = pakaian main + -an = mainan rumah + -an = perumahan

Makna:

  1. Hasil: tulisan, bacaan, makanan
  2. Tempat: rumahan, pedesaan
  3. Alat: mainan, simpanan
  4. Hal yang di-: kiriman, pemberian

Contoh dalam kalimat:

Makanan ini sangat lezat. Tulisan tangannya rapi. Mereka tinggal di perumahan baru.

B. -kan

Fungsi: Membentuk kata kerja transitif (memerlukan objek).

besar + -kan = besarkan kuat + -kan = kuatkan jelas + -kan = jelaskan baca + -kan = bacakan tulis + -kan = tuliskan

Makna:

  1. Menyebabkan: besarkan, kuatkan, jelaskan
  2. Membuat jadi: dinginkan, panaskan
  3. Melakukan untuk: bacakan, tuliskan

Contoh dalam kalimat:

Tolong jelaskan materi ini. Ibu membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih. Dia membacakan dongeng untuk adiknya.

C. -i

Fungsi: Membentuk kata kerja transitif.

duduk + -i = duduki tempat + -i = tempati isi + -i = isikan (pengecualian: isi-i = isikan) naik + -i = naiki datang + -i = datangi

Makna:

  1. Melakukan berulang: pukuli, tendangi
  2. Melakukan di: tempati, duduki
  3. Memberi/menambah: gaji, warnai

Contoh dalam kalimat:

Mereka menduduki gedung DPR. Jangan mengulangi kesalahan yang sama. Artis itu mendatangi rumah fans-nya.

D. -nya

Fungsi:

  1. Kata ganti kepunyaan (posesif)
  2. Kata ganti penunjuk
  3. Pembentuk kata keterangan

Sebagai posesif:

rumahnya (rumah + nya) bukunya (buku + nya) mobilnya (mobil + nya)

Sebagai penunjuk:

begitunya (begitu + nya) seharusnya (seharusnya) sesungguhnya (sesungguh + nya)

Contoh dalam kalimat:

Bukunya ada di atas meja. Seharusnya kamu datang lebih awal. Mobilnya berwarna merah.

E. -lah

Fungsi: Menegaskan perintah atau ajakan.

pergilah bacalah tulislah dengarlah makanlah

Contoh dalam kalimat:

Bacalah buku ini dengan seksama. Pergilah ke sekolah dengan semangat. Dengarkan penjelasan guru dengan baik.

F. -kah

Fungsi: Membentuk kalimat tanya.

apakah benarkah bisakah bolehkah mengapakah (jarang digunakan, lebih umum: mengapa)

Contoh dalam kalimat:

Apakah kamu sudah makan? Benarkah dia akan datang? Bisakah kamu membantu saya?

8.3 Konfiks (Imbuhan Gabungan)

A. ke-.. .-an

Fungsi: Membentuk kata benda abstrak.

ke- + bahagia + -an = kebahagiaan ke- + adil + -an = keadilan ke- + cantik + -an = kecantikan ke- + bersih + -an = kebersihan ke- + aman + -an = keamanan ke- + sejahtera + -an = kesejahteraan

Makna:

  1. Hal/keadaan: kebahagiaan, kesedihan, keadilan
  2. Tempat: kedutaan, kejaksaan
  3. Terlalu: kepanjangan, kekecilan, kebesaran

Contoh dalam kalimat:

Kebahagiaan adalah tujuan hidup setiap orang. Keadilan harus ditegakkan di negara ini. Baju ini kepanjangan untukku.

B. pe-…-an

Fungsi: Membentuk kata benda yang menyatakan proses, hasil, atau tempat.

pe- + ajar + -an = pelajaran pe- + kerja + -an = pekerjaan pe- + lihat + -an = peliharaan pe- + main + -an = permainan pe- + dengar + -an = pendengaran pe- + rikan + -an = perikanan

Makna:

  1. Proses: pembelajaran, pemanasan, pendinginan
  2. Hasil: pelajaran, pekerjaan
  3. Tempat: perikanan, peternakan, pertanian
  4. Hal: perasaan, pemikiran

Contoh dalam kalimat:

Pelajaran hari ini sangat menarik. Dia mendapat pekerjaan yang baik. Mereka bekerja di sektor perikanan.

C. ber-…-an

Fungsi: Membentuk kata kerja yang menyatakan kesalingan.

ber- + temu + -an = berteman ber- + salam + -an = bersalaman ber- + peluk + -an = berpelukan ber- + pandang + -an = berpandangan ber- + hadap + -an = berhadapan

Makna: Saling melakukan.

Contoh dalam kalimat:

Mereka bersalaman setelah bertengkar. Kedua tim berhadapan di final. Kami berpandangan sama tentang isu ini.

D. me-…-kan

Fungsi: Membentuk kata kerja transitif.

me- + besar + -kan = membesarkan me- + jelas + -kan = menjelaskan me- + pelajar + -i + -kan = mempelajarkan (jarang) me- + benar + -kan = membenarkan

Contoh dalam kalimat:

Guru menjelaskan materi dengan detail. Ibu membesarkan kami dengan penuh kasih. Jangan membenarkan tindakan yang salah.

E. me-…-i

Fungsi: Membentuk kata kerja transitif.

me- + warna + -i = mewarnai me- + ajar + -i = mengajari me- + isi + -i = mengisi (bukan: mengisii) me- + nasihati = menasihati

Contoh dalam kalimat:

Anak-anak mewarnai gambar dengan crayon. Kakak mengajari adik mengerjakan PR. Guru menasihati siswa yang terlambat.

8.4 Tabel Ringkasan Imbuhan

JenisImbuhanFungsiContoh
Awalanme-Kata kerja aktifmenulis, membaca
ber-Memiliki, melakukanberjalan, belajar
di-Kata kerja pasifdibaca, ditulis
ter-Paling, tidak sengajaterbesar, terjatuh
pe-Pelakupelajar, penulis
per-Menjadikanperbesar, perkuat
Akhiran-anKata bendamakanan, tulisan
-kanKata kerja transitifbesarkan, jelaskan
-iKata kerja transitifduduki, tempati
-nyaKepunyaan/penegasrumahnya, seharusnya
-lahPerintah/ajakanbacalah, pergilah
-kahPertanyaanapakah, benarkah
Konfikske-…-anKata benda abstrakkebahagiaan, keadilan
pe-…-anProses/tempatpelajaran, perikanan
ber-…-anKesalinganbersalaman, berteman
me-…-kanKata kerja transitifmenjelaskan, membesarkan
me-…-iKata kerja transitifmewarnai, mengajari

9. Kesimpulan

9.1 Ringkasan Poin Penting

Ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah fondasi utama dalam penulisan karya ilmiah. Berikut adalah poin-poin kunci:

1. Pemenggalan Kata

  • Vokal berurutan (bukan diftong) → dipenggal: bu-ah, sa-at
  • Diftong (ai, au, oi, ei) → tidak dipenggal: pan-dai, au-la
  • Imbuhan dipisahkan dari kata dasar: me-li-hat, ma-kan-an

2. Singkatan dan Akronim

  • Singkatan dengan titik: Dr., S.Pd., dll.
  • Singkatan tanpa titik: KTP, DPR, km, kg
  • Akronim nama diri: Bulog, Kemenag
  • Akronim bukan nama diri: pemilu, tilang

3. Huruf Kapital

  • Awal kalimat, nama orang, agama, Tuhan
  • Nama lembaga, instansi, geografi
  • Gelar dan jabatan (jika diikuti nama)

4. Huruf Miring

  • Judul buku, jurnal, media massa
  • Istilah asing yang belum diserap
  • Nama ilmiah: Garcinia mangostana

5. Kata Baku

  • Sesuai KBBI dan EYD V
  • Wajib dalam karya ilmiah
  • Contoh: apotek, atlet, analisis, aktivitas

6. Kata Depan

  • Terpisah jika menunjukkan tempat/arah: di rumah, ke sekolah
  • Digabung jika imbuhan kata kerja: dibaca, dikerjakan

7. Tanda Baca

  • Titik (.) → akhir kalimat, singkatan
  • Koma (,) → pemisah unsur, setelah kata penghubung
  • Titik dua (:) → sebelum perincian
  • Tanda hubung (-) → kata ulang: anak-anak

8. Imbuhan

  • Awalan: me-, ber-, di-, ter-, pe-, per-
  • Akhiran: -an, -kan, -i, -nya, -lah, -kah
  • Konfiks: ke-…-an, pe-…-an, ber-…-an

9.2 Pentingnya Konsistensi

“EBI adalah pilar utama yang menjembatani pemikiran penulis dengan pembaca.”

Dalam penulisan karya ilmiah:

  • ✅ Konsisten dalam penggunaan ejaan
  • ✅ Selalu merujuk pada KBBI dan EYD V
  • ✅ Periksa kembali sebelum publikasi
  • ✅ Gunakan tools seperti spell checker

Kesalahan ejaan dapat:

  • ❌ Mengaburkan makna tulisan
  • ❌ Menurunkan kredibilitas penulis
  • ❌ Menghambat publikasi di jurnal ilmiah
  • ❌ Mengurangi kepercayaan pembaca

Penguasaan ejaan menunjukkan:

  • ✅ Profesionalisme akademik
  • ✅ Kehati-hatian dan ketelitian
  • ✅ Penghargaan terhadap bahasa Indonesia
  • ✅ Kompetensi sebagai akademisi

9.3 Tips Praktis

Untuk Mahasiswa dan Peneliti:

  1. Selalu gunakan KBBI Online (https://kbbi.kemdikbud.go.id/ )

    • Cek ejaan yang meragukan
    • Pastikan kata baku
  2. Pahami perbedaan preposisi dan imbuhan

    • “di rumah” vs “dibaca”
    • “ke sekolah” vs “kedua”
  3. Perhatikan tanda baca

    • Koma setelah kata penghubung antarkalimat
    • Titik pada singkatan nama dan gelar
  4. Konsisten dalam sistem penulisan

    • Jika memilih “ke-1”, gunakan terus (jangan berganti “pertama”)
    • Jika memilih sistem APA, terapkan konsisten
  5. Manfaatkan tools

    • Microsoft Word spell checker
    • Grammarly (untuk Bahasa Indonesia)
    • EYD Checker online
  6. Minta orang lain membaca

    • Peer review dapat menangkap kesalahan yang terlewat
    • Mata segar melihat dengan lebih objektif

10. Latihan dan Evaluasi

Latihan 1: Identifikasi Kesalahan

Perbaiki kalimat-kalimat berikut:

  1. ❌ Buku itu dibaca dirumah oleh adik saya.

    • ✅ Buku itu dibaca di rumah oleh adik saya.
  2. ❌ Dia pergi kesekolah setiap hari senin.

    • ✅ Dia pergi ke sekolah setiap hari Senin.
  3. ❌ Analisa data dilakukan dengan metoda kualitatif.

    • ✅ Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif.
  4. ❌ Prof Soekarno, S.H adalah Presiden pertama Indonesia.

    • ✅ Prof. Soekarno, S. H., adalah Presiden pertama Indonesia.
  5. ❌ Penelitian ini dilakukan di Jakarta Bandung dan Surabaya.

    • ✅ Penelitian ini dilakukan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Latihan 2: Kata Baku atau Tidak Baku?

KataBaku?Perbaikan (jika salah)
apotikapotek
atlet-
aktifitasaktivitas
sistem-
standar-
ijinizin
nasehatnasihat
risiko-
metode-
praktekpraktik (kata benda)

Latihan 3: Preposisi atau Imbuhan?

Tentukan apakah ditulis terpisah atau digabung:

  1. Buku itu ada (di/di) atas meja.

    • di atas (preposisi tempat)
  2. Tugas sudah (di/di) kerjakan dengan baik.

    • dikerjakan (imbuhan kata kerja pasif)
  3. Mereka pergi (ke/ke) pasar.

    • ke pasar (preposisi arah)
  4. Anak (ke/ke) tiga sedang sakit.

    • ketiga (bilangan tingkat)
  5. Dia (ter/ter) tidur di kelas.

    • tertidur (kata kerja dengan awalan ter-)

Latihan 4: Pemenggalan Kata

Penggal kata-kata berikut dengan benar:

  1. sekolah → se-ko-lah
  2. masyarakat → ma-sya-ra-kat
  3. Indonesia → In-do-ne-si-a
  4. meningkatkan → me-ning-kat-kan
  5. kebahagiaan → ke-ba-ha-gi-a-an
  6. instrumen → in-stru-men
  7. pandai → pan-dai (diftong tidak dipenggal)
  8. buah → bu-ah (vokal berurutan dipenggal)
  9. mengajar → me-nga-jar
  10. berteman → ber-te-man

11. Sumber Rujukan

11.1 Referensi Utama

  1. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Ejaan Yang Disempurnakan Edisi Kelima (EYD V). Jakarta: Kemdikbudristek.

  2. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Kelima. Jakarta: Balai Pustaka.

  3. Alwi, Hasan, dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Keempat). Jakarta: Balai Pustaka.

  4. Chaer, Abdul. (2015). Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta.

  5. Keraf, Gorys. (2010). Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Ende: Nusa Indah.


11.2 Sumber Online


11.3 Bacaan Lanjutan

Untuk memperdalam pemahaman tentang Ejaan Bahasa Indonesia:

  1. Lapoliwa, Hans. (2014). Pengantar Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.
  2. Ramlan, M. (2012). Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV Karyono.
  3. Kridalaksana, Harimurti. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.
  4. Muslich, Masnur. (2010). Tata Bentuk Bahasa Indonesia: Kajian ke Arah Tata Bahasa Deskriptif. Jakarta: Bumi Aksara.

📝 Catatan Akhir

Ejaan yang baik adalah cermin dari pemikiran yang tertata.

Penguasaan EYD Edisi V bukan hanya tentang mengikuti aturan, tetapi tentang menghargai bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi ilmiah yang efektif. Dengan menguasai ejaan, Anda:

  • 🎯 Meningkatkan kualitas karya ilmiah
  • 🎯 Mempermudah pemahaman pembaca
  • 🎯 Menunjukkan profesionalisme akademik
  • 🎯 Berkontribusi pada pelestarian bahasa Indonesia

Ingat:

  • Selalu rujuk ke KBBI jika ragu
  • Konsistensi adalah kunci
  • Teliti sebelum submit atau publikasi
  • Terus belajar - bahasa selalu berkembang

💡 Tips Terakhir

Untuk penulisan karya ilmiah yang sempurna:

  1. ✅ Buat checklist EBI sebelum submit
  2. ✅ Gunakan reference manager untuk konsistensi
  3. ✅ Minta peer review dari rekan sejawat
  4. ✅ Ikuti perkembangan pedoman terbaru dari Badan Bahasa
  5. Praktik konsisten - semakin sering menulis, semakin mahir
Terakhir diupdate pada